Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Epafras, Leonard Chrysostomos
Format: Recurso digital
Language:
Published: Zenodo 2024
Subjects:
Online Access:https://doi.org/10.5281/zenodo.14201735
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Table of Contents:
  • <p>The downloadable article: <a href="https://s.id/E-Klesiologi">https://s.id/E-Klesiologi</a></p> <p>Orang Kristen dan gereja menghadapi zaman yang rumit dan menantang. Para pakar menyebutnya sebagai VUCA, yaitu zaman yang kita jalani penuh tanjakan dan turunan, fluktuasi hidup, sebagai kondisi volatilitas (volatility), serba tidak pasti (uncertainty), rumit dan kompleks (complexity), dan banyak terjadi ambiguitas (ambiguity), yaitu kita tidak bisa memastikan hasil yang sesuai dengan harapan, maupun munculnya konsekuensi tak terduga. Kondisi ini dipertajam melalui pesatnya teknologi digital dan artificial intelligence (AI), kecerdasan artifisial. Inilah kondisi gereja diaspora di "negeri asing." Tulisan ini tidak menawarkan solusi, namun mengurainya serta mendorong transformasi gereja, khususnya HKBP. Di dalamnya didiskusikan ketegangan antara chaos (kekacauan) dan cosmos (keteraturan), melalui wacana chaosmos, serta menawarkan model eklesiologi terbuka (open ecclesiology), melalui e-klesiologi, eklesiologi berbasis digital dan analog. Eklesiologi ini menuntut kemauan kita semua senantiasa fleksibel, lentur, dan adaptif, sambil tetap mempertahankan koinonia. Sebab gereja tidak bisa so yesterday, mengglorifikasi masa lalu tapi juga tidak bisa so tomorrow, terlalu canggih. Ia harus merangkul beragam pengalaman anggota tubuh Kristus, maupun beragam temporalitas mereka.</p>