Zapisane w:
| 1. autor: | |
|---|---|
| Format: | Recurso digital |
| Język: | indonezyjski |
| Wydane: |
Zenodo
2025
|
| Hasła przedmiotowe: | |
| Dostęp online: | https://doi.org/10.5281/zenodo.15788504 |
| Etykiety: |
Dodaj etykietę
Nie ma etykietki, Dołącz pierwszą etykiete!
|
Spis treści:
- <p><span>Artikel ini memperkenalkan <em>Luteal-Attachment Withdrawal Framework</em> (LAWF), yaitu sebuah kerangka biopsikososial yang menghubungkan fase luteal dalam siklus menstruasi, yang ditandai oleh peningkatan hormon progesteron, dengan perilaku attachment avoidan dalam hubungan romantis. Melalui studi kasus autoetnografis naratif (pengamatan penulis terhadap pasangannya selama tiga siklus menstruasi), penelitian ini mengidentifikasi pola berulang berupa penarikan emosional dan penurunan inisiatif komunikasi selama fase luteal. Temuan ini selaras dengan literatur eksperimental yang menunjukkan bahwa peningkatan progesteron berkaitan dengan reaksi avoidance yang lebih cepat terhadap rangsangan negatif. Dengan mengintegrasikan teori attachment dan riset perilaku-endokrin, LAWF menjelaskan bagaimana fluktuasi hormonal pada fase luteal dapat memperkuat kecenderungan withdrawal pada individu dengan gaya attachment avoidan melalui dua jalur: (1) secara kognitif, progesteron dapat meningkatkan regulasi diri yang bersifat defensif; dan (2) secara sosial, progesteron dapat memperkuat perilaku menjaga jarak untuk mempertahankan otonomi. Meskipun dibatasi oleh sifat kualitatif data autoetnografis dan tidak adanya uji hormonal, kerangka ini membentuk dasar bagi studi multi-fase di masa depan dengan pelacakan hormon untuk memvalidasi proposisi ini secara empiris. LAWF memberikan wawasan baru tentang bagaimana perubahan hormonal yang siklik dapat memengaruhi dinamika attachment dalam hubungan romantis.</span><span> </span></p>