I tiakina i:
| Ngā kaituhi matua: | , , , |
|---|---|
| Hōputu: | Recurso digital |
| Reo: | |
| I whakaputaina: |
Zenodo
2025
|
| Urunga tuihono: | https://doi.org/10.5281/zenodo.16347813 |
| Ngā Tūtohu: |
Tāpirihia he Tūtohu
Kāore He Tūtohu, Me noho koe te mea tuatahi ki te tūtohu i tēnei pūkete!
|
Rārangi ihirangi:
- <h2>Abstract</h2> <div> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penguatan Spiritual Quotient (SQ) pada guru dapat membentuk koneksi hati yang mendalam antara guru dan siswa dalam konteks pendidikan. Hubungan emosional yang hangat, empatik, dan tulus menjadi dasar terciptanya suasana belajar yang positif dan bermakna. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang memiliki kecerdasan spiritual tinggi cenderung lebih sabar, penuh kasih, dan mampu membimbing siswa dengan nilai-nilai moral dan spiritual. SQ tidak hanya memperkuat kepekaan sosial guru, tetapi juga meningkatkan kemampuan guru dalam membangun kedekatan emosional dengan siswa. Koneksi hati ini menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan memotivasi siswa secara intrinsik. Meskipun begitu, implementasi penguatan SQ di sekolah masih menghadapi tantangan, seperti kurikulum yang terlalu fokus pada aspek kognitif dan minimnya pelatihan guru dalam pengembangan kecerdasan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan strategi sistematis seperti integrasi nilai-nilai SQ dalam pendidikan guru dan pembaruan kurikulum yang holistik.</p> <p><strong>Keywords:</strong></p> <div><span>koneksi hati, spiritual quotient, hubungan guru dan siswa, kecerdasan spiritual</span></div> </div>