Gorde:
| Egile Nagusiak: | , |
|---|---|
| Formatua: | Recurso digital |
| Hizkuntza: | indonesiera |
| Argitaratua: |
Zenodo
2025
|
| Gaiak: | |
| Sarrera elektronikoa: | https://doi.org/10.5281/zenodo.17639779 |
| Etiketak: |
Etiketa erantsi
Etiketarik gabe, Izan zaitez lehena erregistro honi etiketa jartzen!
|
Aurkibidea:
- <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerimaan pengguna terhadap Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Sebagai sistem pembayaran digital nasional, QRIS mengalami pertumbuhan pesat, namun kajian yang secara khusus menilai faktor penerimaan pengguna di kawasan metropolitan masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert kepada 150 pengguna aktif QRIS. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji pengaruh Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), Attitude Toward Using (ATU), Behavioral Intention (BI), dan Actual System Use (ASU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PU dan PEOU berpengaruh signifikan terhadap ATU, sementara PU dan ATU berpengaruh signifikan terhadap BI. PEOU juga berpengaruh positif terhadap PU, mengonfirmasi struktur hierarkis dalam TAM. Selain itu, BI terbukti menjadi prediktor kuat terhadap ASU, menunjukkan bahwa niat perilaku berkontribusi langsung terhadap penggunaan aktual QRIS. Temuan ini menegaskan bahwa TAM relevan dalam menjelaskan penerimaan QRIS di Jabodetabek, serta menyoroti pentingnya persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan sikap positif pengguna. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi regulator, penyedia layanan, dan pelaku usaha dalam merumuskan strategi peningkatan adopsi pembayaran digital di Indonesia.</p>