محفوظ في:
التفاصيل البيبلوغرافية
المؤلفون الرئيسيون: Zahrah Dwi Pusparini, Kamelia Maimunah, Nayla Damayanti
التنسيق: Recurso digital
اللغة:الإندونيسية
منشور في: Zenodo 2025
الموضوعات:
الوصول للمادة أونلاين:https://doi.org/10.5281/zenodo.17837586
الوسوم: إضافة وسم
لا توجد وسوم, كن أول من يضع وسما على هذه التسجيلة!
جدول المحتويات:
  • <p>Penelitian ini mengkaji perjalanan kodifikasi Al-Qur’an sejak masa Rasulullah SAW hingga era modern dengan membandingkan metode tradisional dan perkembangan teknologi masa kini. Pada periode kenabian, penjagaan wahyu dilakukan melalui hafalan para sahabat serta pencatatan ayat-ayat oleh para penulis wahyu pada berbagai media sederhana. Setelah wafatnya banyak penghafal dalam Perang Yamamah, pengumpulan Al-Qur’an secara sistematis pertama kali dilakukan pada masa Khalifah Abu Bakar. Upaya tersebut kemudian disempurnakan pada masa Utsman bin Affan melalui penyusunan Mushaf Utsmani sebagai standar untuk menghindari perbedaan bacaan.</p> <p> </p> <p>Masuk ke era modern, kemajuan teknologi telah melahirkan bentuk kodifikasi baru seperti mushaf cetak, digitalisasi naskah, aplikasi Al-Qur’an, serta penyimpanan berbasis data digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menelaah perbedaan dan kesinambungan antara proses kodifikasi klasik dan modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun format dan medianya berubah mengikuti perkembangan zaman, prinsip utama penjagaan Al-Qur’an—yakni ketelitian, verifikasi, dan keseragaman teks—tetap dipertahankan.</p> <p> </p> <p>Hasil kajian ini menegaskan bahwa kombinasi antara warisan metodologis ulama terdahulu dan inovasi teknologi modern berperan besar dalam memastikan keautentikan Al-Qur’an hingga kini.</p>