Kaydedildi:
| Yazar: | |
|---|---|
| Materyal Türü: | Recurso digital |
| Dil: | Endonezce |
| Baskı/Yayın Bilgisi: |
Zenodo
2026
|
| Konular: | |
| Online Erişim: | https://doi.org/10.5281/zenodo.18307779 |
| Etiketler: |
Etiketle
Etiket eklenmemiş, İlk siz ekleyin!
|
İçindekiler:
- <p>Komposit bentonit–magnetit merupakan material yang berpotensi tinggi sebagai adsorben untuk pengolahan limbah lingkungan dan limbah cair radioaktif. Namun, kinerja material ini seringkali terhambat oleh terjadinya aglomerasi partikel selama proses sintesis kopresipitasi, yang menyebabkan penurunan luas permukaan efektif dan berkurangnya jumlah situs aktif adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas asam sitrat sebagai capping agent berbasis karboksilat dalam mengendalikan aglomerasi dan meningkatkan dispersi partikel pada komposit bentonit–magnetit yang disintesis menggunakan pereaksi NaOH. Sintesis dilakukan pada variasi perbandingan massa 30:70 (BM37), 50:50 (BM55), dan 70:30 (BM73), kemudian karakterisasi dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy–Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS), dan Particle Size Analysis (PSA). Hasil XRD menunjukkan bahwa fasa magnetit (Fe₃O₄) dengan struktur inverse spinel berhasil terbentuk, dengan ukuran kristalit berkisar 6,6–14,1 nm, yang mengindikasikan bahwa keberadaan ion sitrat mampu menekan pertumbuhan kristal melalui mekanisme stabilisasi sterik dan elektrostatik. Citra SEM memperlihatkan partikel magnetit berbentuk sferis yang terdistribusi pada permukaan bentonit, di mana peningkatan fraksi magnetit menghasilkan lapisan pelapisan yang lebih padat pada matriks lempung. Hasil PSA menunjukkan bahwa sampel BM37 dan BM73 memiliki ukuran agregat yang halus dengan diameter rata-rata 8,68–8,86 µm. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asam sitrat efektif dalam menekan aglomerasi dan meningkatkan dispersi partikel pada komposit bentonit–magnetit, sehingga meningkatkan karakteristik morfologi material dan potensinya untuk aplikasi adsorpsi pada proses remediasi lingkungan.</p>