Gardado en:
| Autor Principal: | |
|---|---|
| Formato: | Recurso digital |
| Idioma: | indonesio |
| Publicado: |
Zenodo
2018
|
| Subjects: | |
| Acceso en liña: | https://doi.org/10.5281/zenodo.18514953 |
| Tags: |
Engadir etiqueta
Sen Etiquetas, Sexa o primeiro en etiquetar este rexistro!
|
Table of Contents:
- <p><span>Tulisan Irfan Palippui berjudul "Teater di sekitar Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah" yang dimuat dalam buku program <em>Pekan Teater Nasional 2018</em>, merupakan sebuah sketsa historis dan sosiologis mengenai perkembangan seni pertunjukan di wilayah Sigi dan Palu. </span><span><span>Esai ini melacak jejak teater dari bentuk ritual tradisional </span><em><span>Balia Tampilangi</span></em><span> dan sandiwara awal kemerdekaan, hingga kebangkitan kelompok-kelompok teater modern seperti ZAT (</span><em><span>Zhibalaya Art Teater</span></em><span>) dan Komunitas Polelea yang menjadi "jembatan" kebudayaan bagi seniman lokal</span></span><span><span><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup></span></span><span>. </span><span><span>Palippui secara khusus menyoroti profil sutradara Ais Manggala dan proses kreatif produksi "Songi 1 x ½", yang mengedepankan eksplorasi tubuh sebagai arsip dan teks utama dalam merespons epistemologi lokal Kaili serta dinamika sosial masyarakat setempat</span></span></p>