Kaydedildi:
| Yazar: | |
|---|---|
| Materyal Türü: | Recurso digital |
| Dil: | Endonezce |
| Baskı/Yayın Bilgisi: |
Zenodo
2026
|
| Online Erişim: | https://doi.org/10.5281/zenodo.18666193 |
| Etiketler: |
Etiketle
Etiket eklenmemiş, İlk siz ekleyin!
|
İçindekiler:
- <div> <div> <div> <div> <div> <div> <div>Abstrak Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kejadian bencana alam yang tinggi, dengan dominasi bencana hidrometeorologi dibandingkan bencana geologi. Salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi adalah tanah longsor yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, tutupan lahan, serta aktivitas manusia. Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, memiliki karakteristik topografi berbukit hingga curam dan curah hujan relatif tinggi sehingga berpotensi mengalami tanah longsor, terutama pada musim penghujan. longsor ini juga dapat terjadi karena proses alami dalam perubahan struktur muka bumi yakni adanya pengaruh kondisi geomorfologi dan geologi yang akhirnya kestabilan lereng menurun. Meskipun tanah longsor ini disebabkan faktor alamiah, ada banyak kejadian tanah longsor yang disebabkan oleh hasil aktivitas manusia seperti penebangan pohon secara liar, penambangan, dan lainnya. Tujuan dari artikel ini untuk menganalisis tingkat kerawanan tanah longsor di Kecamatan Bumijawa menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis metode weighted overlay yang nantinya, dapat digunakan oleh masyarakat maupun pihak terkait dalam pengelolaan bencana. Metode penelitian menggunakan studi literatur review dari database Scholar, ResearchGate dengan kata kunci "tanah longsor", "sistem informasi geografis", "kerawanan bencana: "weighted overlay", "Kecamatan Bumijawa", "tutupan lahan", dan "kemiringan lereng" .Parameter yang digunakan meliputi kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, dan tutupan lahan yang diolah dari data primer dan sekunder. Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Bumijawa memiliki 2 tingkat bahaya tanah longsor sedang dan tingkat bahaya tanah longsor tinggi. Terdapat kemiringan lereng pada Kecamatan Bumijawa yang beragam, yaitu sedang (15-25%), curam (25-45%), dan sangat curam (>45%). Jenis tanah pada Kecamatan Bumijawa ini berbeda-beda pada setiap desa diantaranya; tanah dengan jenis litosol, tanah dengan jenis latososl ada tanah dengan jenis mediteran dan ada tanah dengan jenis gley humus, dimana dari ketiga jenis tanah tersebut didominasi oleh jenis tanah gley humus. Kata kunci: tanah longsor, sistem informasi geografis (SIG), kerawanan bencana, Weighted overlay, Kecamatan Bumijawa, tutupan lahan, kemiringan lereng. Abstract Indonesia is a country with a high incidence of natural disasters, with hydrometeorological disasters dominating over geological disasters. One of the most common hydrometeorological disasters is landslides, which are influenced by various factors such as slope inclination, soil type, rainfall, land cover, and human activity. The Bumijawa subdistrict in Tegal Regency has a hilly to steep topography and relatively high rainfall, making it prone to landslides, especially during the rainy season. These landslides can also occur due to natural processes in the changing structure of the earth's surface, namely the influence of geomorphological and geological conditions, which ultimately reduce slope stability. Although these landslides are caused by natural factors, there are many landslide events caused by human activities such as illegal logging, mining, and others. The purpose of this article is to analyze the level of landslide vulnerability in Bumijawa District using a Geographic Information System (GIS) based on the weighted overlay method, which can be used by the community and related parties in disaster management. There are slopes of varying degrees of inclination in Bumijawa Subdistrict, namely moderate (15-25%), steep (25-45%), and very steep (>45%). The research method used a literature review from the Scholar and ResearchGate databases with the keywords "landslides," "geographic information systems," "disaster vulnerability: weighted overlay," "Bumijawa District," "land cover," and "slope gradient." The parameters used included slope, soil type, rainfall, and land cover, which were processed from primary and secondary data. The results of this article show that the Bumijawa District has two levels of moderate landslide hazard and one level of high landslide hazard. The soil types in Bumijawa Subdistrict vary from village to village, including: lithosol, latosol, mediterranean, and gley humus, with gley humus being the most dominant of the three types.</div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> <div> <div> </div> </div> <div> <div> <div> <div></div> <div> <div> <div> <div> <div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div>