Gorde:
| Egile Nagusiak: | , |
|---|---|
| Formatua: | Recurso digital |
| Hizkuntza: | |
| Argitaratua: |
Zenodo
2026
|
| Gaiak: | |
| Sarrera elektronikoa: | https://doi.org/10.5281/zenodo.19550063 |
| Etiketak: |
Etiketa erantsi
Etiketarik gabe, Izan zaitez lehena erregistro honi etiketa jartzen!
|
Aurkibidea:
- <p class="MsoNormal"><span>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa rantau yang berpotensi memunculkan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan cemas dan takut tertinggal dari pengalaman sosial orang lain. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tingkat Psychological Well-Being mahasiswa, khususnya dalam proses adaptasi di lingkungan perantauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out dan Psychological Well-Being pada mahasiswa rantau Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 100 mahasiswa rantau UKSW yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa Fear of Missing Out Scale yang dikembangkan oleh Przybylski et al. (2013) dan Ryff’s Psychological Well-Being Scale yang telah diadaptasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Fear of Missing Out dan Psychological Well-Being (r = 0,928; p = 0,000). Artinya, tingkat Fear of Missing Out memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan kondisi Psychological Well-Being mahasiswa rantau. Temuan ini menunjukkan bahwa Fear of Missing Out merupakan salah satu faktor psikologis yang berhubungan dengan kesejahteraan psikologis mahasiswa rantau. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan penggunaan media sosial secara adaptif guna mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa rantau.</span></p>