Gespeichert in:
Bibliographische Detailangaben
1. Verfasser: Oktaviasari, Dianti Ias
Format: Recurso digital
Sprache:Indonesisch
Veröffentlicht: Zenodo 2026
Schlagworte:
Online-Zugang:https://doi.org/10.5281/zenodo.20258476
Tags: Tag hinzufügen
Keine Tags, Fügen Sie den ersten Tag hinzu!
Inhaltsangabe:
  • <p class="MsoNormal"><strong><span>Pendahuluan: </span></strong><span>Survei KLHK (2022) menyatakan bahwa 40–60% rumah tangga di wilayah pinggiran masih membakar sampah secara rutin, terutama karena tidak adanya layanan pengangkutan sampah yang memadai. Pembakaran sampah rumah tangga secara terbuka masih menjadi permasalahan global karena menghasilkan polutan berbahaya seperti dioksin dan PM2.5 yang berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Di Dusun Sidomulyo, sebanyak 88 keluarga (53,7%) dari 163 keluarga masih membakar sampah dan 82 keluarga (50,3%) belum memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), menunjukkan perlunya edukasi tentang pengelolaan sampah dan pemanfaatan TOGA untuk kesehatan preventif</span><span> </span><span>berbasis lingkungan. Lubang biopori tidak hanya mempercepat resapan air, tetapi juga menghasilkan kompos dari sampah organik. Kompos ini dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman TOGA, sehingga menciptakan siklus sehat yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kesehatan keluarga.</span></p> <p class="MsoNormal"><strong><span>Tujuan: </span></strong><span>Memberikan edukasi mengenai bahaya pembakaran sampah terhadap kesehatan dengan pelatihan pembuatan BIOPORI, sekaligus mendorong masyarakat untuk menanam TOGA sebagai langkah preventif dan pemberdayaan lingkungan sehat. </span></p> <p class="MsoNormal"><strong><span>Metode : </span></strong><span>Menggunakan metode prei-eksperimen pada Kader Dusun Wonorejo, Desa Sidomulyo, sebanyak 10 Kader mencakup materi mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Biopori. Pre-test dan posttest diberikan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah intervensi.</span></p> <p class="MsoNormal"><strong><span>Hasil: </span></strong><span>Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan, menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar 25 poin (dari rata-rata 68,00 menjadi 93,00), dengan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,018 (< 0,05).</span></p> <p><strong><span>Pembahasan: </span></strong><span>Dari hasil tersebut, menegaskan efektivitas intervensi edukatif ini. Dampaknya mencakup peningkatan kesadaran peserta tentang manfaat TOGA untuk kesehatan keluarga, fungsi biopori dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta kemampuan teknis dalam praktik langsung penanaman dan pembuatan lubang resapan.</span></p>