Збережено в:
| Автори: | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |
|---|---|
| Формат: | Recurso digital |
| Мова: | |
| Опубліковано: |
Zenodo
2026
|
| Онлайн доступ: | https://doi.org/10.5281/zenodo.20272129 |
| Теги: |
Додати тег
Немає тегів, Будьте першим, хто поставить тег для цього запису!
|
Зміст:
- <p>Kajian literatur dalam lima tahun terakhir (2022–2026) menegaskan bahwa pelecehan seksual pada anak dan remaja, baik dalam bentuk tradisional maupun digital, berdampak multidimensional terhadap kesehatan jiwa dan perkembangan sosial. Sepuluh jurnal prioritas yang dianalisis menunjukkan bahwa pengalaman pelecehan masa kecil berhubungan erat dengan gangguan internalisasi seperti depresi berat, kecemasan sosial, dan PTSD, serta eksternalisasi berupa perilaku agresif, konsumsi alkohol, dan penyalahgunaan zat. Studi berbasis network analysis di Tiongkok mengidentifikasi depresi berat dan isolasi sosial sebagai gejala inti yang saling memperkuat risiko gangguan jiwa jangka panjang. Tinjauan sistematis dari Portugal menegaskan bahwa pelecehan seksual sejak usia dini meningkatkan risiko PTSD berat dan gangguan psikososial kronis, sehingga intervensi dini menjadi sangat penting.</p> <p>Dimensi pelecehan seksual digital juga semakin relevan. Kajian di Inggris menunjukkan bahwa penyebaran gambar intim tanpa izin menimbulkan trauma psikologis, rasa malu mendalam, dan isolasi sosial, sementara penelitian lain mengaitkan pelecehan seksual online dengan body shame dan gangguan makan pada remaja perempuan. Penelitian di Spanyol dan Norwegia menambahkan perspektif penting mengenai prevalensi pelecehan seksual di sekolah, dengan temuan bahwa satu dari tiga siswa SMP pernah terpapar pelecehan seksual dalam setahun terakhir. Faktor gender pelaku juga terbukti signifikan, di mana pelecehan oleh laki-laki lebih sering terjadi dan berdampak pada kedua gender, sementara pelecehan oleh perempuan lebih memengaruhi remaja perempuan.</p> <p>Studi longitudinal dan kohort prospektif di Inggris serta Amerika Serikat memperlihatkan bahwa dampak pelecehan seksual bersifat jangka menengah hingga panjang, dengan gejala depresi, kecemasan, dan PTSD yang tetap tinggi lebih dari satu tahun setelah kejadian. Selain itu, terdapat konsekuensi sosial berupa absensi sekolah, penurunan fungsi akademik, serta perilaku berisiko seperti konsumsi alkohol dan rokok. Analisis mediasi di Norwegia menunjukkan bahwa sexual trade and exchange menjadi mediator kuat yang memperburuk hubungan antara pelecehan masa kecil dengan penyalahgunaan zat. Secara keseluruhan, bukti lintas negara menegaskan urgensi deteksi dini, intervensi multidisiplin, serta kebijakan preventif berbasis sekolah, keluarga, dan komunitas, termasuk strategi khusus menghadapi pelecehan berbasis digital.melindungi kesehatan jiwa remaja dan mengurangi dampak jangka panjang pelecehan seksual.</p>