Saved in:
| Main Author: | |
|---|---|
| Format: | Recurso digital |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Zenodo
2025
|
| Subjects: | |
| Online Access: | https://doi.org/10.5281/zenodo.14969807 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1866901094219644928 |
|---|---|
| author | zuhdi, jundi juhaida |
| author_facet | zuhdi, jundi juhaida |
| contents | <p>Perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, khususnya pada periode Mekah dan Madinah, mencerminkan transformasi sosial dan spiritual yang signifikan bagi umat Islam. Kelahiran beliau yang terjadi pada tahun Gajah dan masa kecil yang penuh dengan kemandirian menjadi dasar bagi kepemimpinan beliau di masa depan. Di Mekah, dakwah beliau lebih berfokus pada penanaman nilai-nilai keislaman secara individual dan moral. Setelah hijrah ke Madinah, dakwah Nabi memasuki fase baru dengan strategi yang lebih terstruktur, yaitu melalui pembangunan masjid sebagai pusat kegiatan, pembentukan persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar, serta penyusunan piagam Madinah yang mengatur kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Rintangan besar dalam bentuk peperangan seperti Perang Badar, Uhud, dan Khandak membawa hikmah yang mendalam bagi umat Islam. Perjanjian Hudaibiyah menjadi tonggak penting, di mana kaum Quraisy mengakui eksistensi umat Islam, yang kemudian membuka pintu bagi semakin banyak orang untuk masuk Islam. Sebelum wafat, Nabi SAW menyampaikan pesan dalam Haji Wada’ yang menekankan prinsip kemanusiaan, keadilan ekonomi, dan solidaritas, serta pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah. Keseluruhan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW menunjukkan kontribusinya dalam membangun tatanan sosial yang adil, serta meninggalkan warisan yang terus memberikan dampak positif bagi umat manusia hingga saat ini.</p> |
| format | Recurso digital |
| id | zenodo_https___doi_org_10_5281_zenodo_14969807 |
| institution | Zenodo |
| language | ind |
| publishDate | 2025 |
| publisher | Zenodo |
| record_format | zenodo |
| spellingShingle | PEMIKIRAN TEOLOGI MATURIDIYAH zuhdi, jundi juhaida Islamic schools thinking teologos <p>Perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, khususnya pada periode Mekah dan Madinah, mencerminkan transformasi sosial dan spiritual yang signifikan bagi umat Islam. Kelahiran beliau yang terjadi pada tahun Gajah dan masa kecil yang penuh dengan kemandirian menjadi dasar bagi kepemimpinan beliau di masa depan. Di Mekah, dakwah beliau lebih berfokus pada penanaman nilai-nilai keislaman secara individual dan moral. Setelah hijrah ke Madinah, dakwah Nabi memasuki fase baru dengan strategi yang lebih terstruktur, yaitu melalui pembangunan masjid sebagai pusat kegiatan, pembentukan persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar, serta penyusunan piagam Madinah yang mengatur kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Rintangan besar dalam bentuk peperangan seperti Perang Badar, Uhud, dan Khandak membawa hikmah yang mendalam bagi umat Islam. Perjanjian Hudaibiyah menjadi tonggak penting, di mana kaum Quraisy mengakui eksistensi umat Islam, yang kemudian membuka pintu bagi semakin banyak orang untuk masuk Islam. Sebelum wafat, Nabi SAW menyampaikan pesan dalam Haji Wada’ yang menekankan prinsip kemanusiaan, keadilan ekonomi, dan solidaritas, serta pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah. Keseluruhan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW menunjukkan kontribusinya dalam membangun tatanan sosial yang adil, serta meninggalkan warisan yang terus memberikan dampak positif bagi umat manusia hingga saat ini.</p> |
| title | PEMIKIRAN TEOLOGI MATURIDIYAH |
| topic | Islamic schools thinking teologos |
| url | https://doi.org/10.5281/zenodo.14969807 |