HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN GAWAI DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMP MA'ARIF DARUL HIDAYAH LAREN KABUPATEN LAMONGAN
Fuente:
Zenodo
Gespeichert in:
| Hauptverfasser: | , , |
|---|---|
| Format: | Recurso digital |
| Veröffentlicht: |
Zenodo
2025
|
| Schlagworte: | |
| Online-Zugang: | |
| Tags: |
Tag hinzufügen
Keine Tags, Fügen Sie den ersten Tag hinzu!
|
| _version_ | 1866901229958856704 |
|---|---|
| author | M. Angga, Kurniawan Arifal, Aris Inta, Susanti |
| author_facet | M. Angga, Kurniawan Arifal, Aris Inta, Susanti |
| contents | <p><span lang="id">Remaja merupakan kelompok rawan gizi yang rentan memiliki masalah gizi seperti gizi kurang maupun gizi lebih. Perubahan status gizi pada remaja dipengaruhi oleh durasi penggunaan gawai dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gawai dan pola makan dengan status gizi remaja di SMP Ma’arif Darul Hidayah Laren Kabupaten Lamongan. Desain penelitian ini menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional survey, populasi sebanyak 70 siswa kelas 7,8,9 SMP Ma’arif Darul Hidayah Laren Kabupaten Lamongan. Dengan mengambil total sampling seluruh populasi. Penelitian ini menggunakan uji spearman rho yang di analisis menggunakan SPSS dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan remaja dengan durasi penggunaan gawai kategori tinggi mengalami status gizi kategori sangat kurus yaitu (31,8%). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa remaja dengan pola makan kategori kurang mengalami status gizi kategori sangat kurus yaitu (28,6%). Sedangakan dari hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,964 dengan nilai corelation coefficient -0,005 artinya tidak ada hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan status gizi dengan arah korelasi sangat kuat. Dan hasil menunjukkan diperoleh nilai p=0,000 dengan nilai corelation coefficient 0,850 yang artinya ada hubungan antara pola makan dengan stsus gizi dengan arah korelasi sangat kuat. Peningkatan pengawasan yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap aktivitas sehari hari remaja menjadi dasar yang penting untuk terciptanya kesehatan pada remaja. Pengawasan yang dilakukan oleh orang tua juga akan menimbulkan kemandirian remaja dalam mengontrol aktivitas sehari harinya sehingga perkembangan remaja menjadi lebih baik.</span></p> |
| format | Recurso digital |
| id | zenodo_https___doi_org_10_5281_zenodo_15549931 |
| institution | Zenodo |
| language | |
| publishDate | 2025 |
| publisher | Zenodo |
| record_format | zenodo |
| spellingShingle | HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN GAWAI DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMP MA'ARIF DARUL HIDAYAH LAREN KABUPATEN LAMONGAN M. Angga, Kurniawan Arifal, Aris Inta, Susanti Durasi Penggunaan Gawai Pola Makan Status Gizi <p><span lang="id">Remaja merupakan kelompok rawan gizi yang rentan memiliki masalah gizi seperti gizi kurang maupun gizi lebih. Perubahan status gizi pada remaja dipengaruhi oleh durasi penggunaan gawai dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gawai dan pola makan dengan status gizi remaja di SMP Ma’arif Darul Hidayah Laren Kabupaten Lamongan. Desain penelitian ini menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional survey, populasi sebanyak 70 siswa kelas 7,8,9 SMP Ma’arif Darul Hidayah Laren Kabupaten Lamongan. Dengan mengambil total sampling seluruh populasi. Penelitian ini menggunakan uji spearman rho yang di analisis menggunakan SPSS dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan remaja dengan durasi penggunaan gawai kategori tinggi mengalami status gizi kategori sangat kurus yaitu (31,8%). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa remaja dengan pola makan kategori kurang mengalami status gizi kategori sangat kurus yaitu (28,6%). Sedangakan dari hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,964 dengan nilai corelation coefficient -0,005 artinya tidak ada hubungan antara durasi penggunaan gawai dengan status gizi dengan arah korelasi sangat kuat. Dan hasil menunjukkan diperoleh nilai p=0,000 dengan nilai corelation coefficient 0,850 yang artinya ada hubungan antara pola makan dengan stsus gizi dengan arah korelasi sangat kuat. Peningkatan pengawasan yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap aktivitas sehari hari remaja menjadi dasar yang penting untuk terciptanya kesehatan pada remaja. Pengawasan yang dilakukan oleh orang tua juga akan menimbulkan kemandirian remaja dalam mengontrol aktivitas sehari harinya sehingga perkembangan remaja menjadi lebih baik.</span></p> |
| title | HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN GAWAI DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMP MA'ARIF DARUL HIDAYAH LAREN KABUPATEN LAMONGAN |
| topic | Durasi Penggunaan Gawai Pola Makan Status Gizi |
| url | https://doi.org/10.5281/zenodo.15549931 |