ISTINBATH DAN ISTIDLAL DALAM HUKUM ISLAM: PERBEDAAN METODE DAN APLIKASINYA DALAM IJTIHAD
Fuente:
Zenodo
Guardado en:
| Autores principales: | , , |
|---|---|
| Formato: | Recurso digital |
| Lenguaje: | indonesio |
| Publicado: |
Zenodo
2025
|
| Materias: | |
| Acceso en línea: | |
| Etiquetas: |
Agregar Etiqueta
Sin Etiquetas, Sea el primero en etiquetar este registro!
|
| _version_ | 1866901640730116096 |
|---|---|
| author | Mutaqim, Muhammad Faiz Nabila, Ifa Amalia Razi, Fahrur |
| author_facet | Mutaqim, Muhammad Faiz Nabila, Ifa Amalia Razi, Fahrur |
| contents | <h1><span lang="ms">Abstrak</span></h1> <p><span lang="ms">Hukum Islam memiliki beragam metode dalam menetapkan hukum, di antaranya adalah istinbath dan istidlal. Istinbath merujuk pada proses menggali hukum secara langsung dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan menggunakan kaidah ushul fiqh. Sementara itu, istidlal merupakan pencarian dalil dari sumber lain seperti istihsan, ‘urf, dan istishab ketika tidak terdapat dalam nash, ijma’, atau qiyas. Artikel ini akan mengupas perbedaan mendasar antara kedua metode tersebut, termasuk sumber hukum, pendekatan, dan cakupan penggunaannya dalam ijtihad. Istinbath lebih spesifik dalam menafsirkan teks-teks syariat, sedangkan istidlal memiliki cakupan yang lebih luas dengan memperhatikan aspek kontekstual. Memahami kedua metode ini sangat penting bagi para ahli hukum Islam agar dapat menetapkan hukum yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat dan kebutuhan umat.</span></p> |
| format | Recurso digital |
| id | zenodo_https___doi_org_10_5281_zenodo_15563418 |
| institution | Zenodo |
| language | ind |
| publishDate | 2025 |
| publisher | Zenodo |
| record_format | zenodo |
| spellingShingle | ISTINBATH DAN ISTIDLAL DALAM HUKUM ISLAM: PERBEDAAN METODE DAN APLIKASINYA DALAM IJTIHAD Mutaqim, Muhammad Faiz Nabila, Ifa Amalia Razi, Fahrur Istinbath, Istidlal Hukum Islam Ijtihad Ushul Fiqh <h1><span lang="ms">Abstrak</span></h1> <p><span lang="ms">Hukum Islam memiliki beragam metode dalam menetapkan hukum, di antaranya adalah istinbath dan istidlal. Istinbath merujuk pada proses menggali hukum secara langsung dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan menggunakan kaidah ushul fiqh. Sementara itu, istidlal merupakan pencarian dalil dari sumber lain seperti istihsan, ‘urf, dan istishab ketika tidak terdapat dalam nash, ijma’, atau qiyas. Artikel ini akan mengupas perbedaan mendasar antara kedua metode tersebut, termasuk sumber hukum, pendekatan, dan cakupan penggunaannya dalam ijtihad. Istinbath lebih spesifik dalam menafsirkan teks-teks syariat, sedangkan istidlal memiliki cakupan yang lebih luas dengan memperhatikan aspek kontekstual. Memahami kedua metode ini sangat penting bagi para ahli hukum Islam agar dapat menetapkan hukum yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat dan kebutuhan umat.</span></p> |
| title | ISTINBATH DAN ISTIDLAL DALAM HUKUM ISLAM: PERBEDAAN METODE DAN APLIKASINYA DALAM IJTIHAD |
| topic | Istinbath, Istidlal Hukum Islam Ijtihad Ushul Fiqh |
| url | https://doi.org/10.5281/zenodo.15563418 |