_version_ 1866902334837096448
author Latumeten, Ebi Wijaya
Nurani, Neli Sri
author_facet Latumeten, Ebi Wijaya
Nurani, Neli Sri
contents <p><strong>Bahasa Indonesia: </strong><br>Legenda Sri Tanjung merupakan cerita rakyat dari Banyuwangi, Jawa Timur, yang mengangkat tema kesetiaan, pengorbanan, dan kebenaran. Melalui kisah tragis namun sarat makna ini, cerita menjelaskan asal-usul nama Banyu Wangi yaitu air yang harum sebagai simbol kesucian dan cinta sejati. Narasi ini menggambarkan dampak fitnah, kekuatan cinta, serta nilai moral yang melekat dalam warisan budaya takbenda Indonesia. Disusun dalam konteks pendidikan karakter dan pelestarian folklor, karya ini bertujuan mengedukasi sekaligus menghidupkan kembali tradisi lisan Nusantara. <br><br><strong>English: </strong><br>The legend of Sri Tanjung is a folktale from Banyuwangi, East Java, that explores themes of loyalty, sacrifice, and truth. This tragic yet meaningful narrative explains the origin of the name Banyu Wangi "fragrant water" as a symbol of purity and eternal love. The story portrays the consequences of slander, the power of love, and moral values rooted in Indonesia’s intangible cultural heritage. Developed within the context of character education and folklore preservation, this work aims to both educate and revitalize the archipelago’s oral traditions.</p>
format Recurso digital
id zenodo_https___doi_org_10_5281_zenodo_15713785
institution Zenodo
language ind
publishDate 2025
publisher Zenodo
record_format zenodo
spellingShingle Legenda Asal Mula Banyuwangi: Kesetiaan, Fitnah, dan Air Harum Kehidupan
Latumeten, Ebi Wijaya
Nurani, Neli Sri
Legenda Banyuwangi, Sri Tanjung, Cerita Rakyat Jawa Timur, Dongeng Indonesia, Asal Usul Nama Tempat, Tradisi Lisan, Nilai Moral, Nilai Kesetiaan, Warisan Budaya Takbenda, Pendidikan Karakter, Digitalisasi Budaya, Cerita Rakyat Nusantara, Edukasi Multikultural, Sastra Lisan, Identitas Budaya, Banyuwangi Legend, Sri Tanjung, East Javanese Folktale, Indonesian Folktales, Place Name Origins, Oral Tradition, Moral Values, Loyalty Narratives, Intangible Cultural Heritage, Character Education, Digital Folklore, Archipelagic Storytelling, Multicultural Education, Narrative Identity, Indonesian Legends
<p><strong>Bahasa Indonesia: </strong><br>Legenda Sri Tanjung merupakan cerita rakyat dari Banyuwangi, Jawa Timur, yang mengangkat tema kesetiaan, pengorbanan, dan kebenaran. Melalui kisah tragis namun sarat makna ini, cerita menjelaskan asal-usul nama Banyu Wangi yaitu air yang harum sebagai simbol kesucian dan cinta sejati. Narasi ini menggambarkan dampak fitnah, kekuatan cinta, serta nilai moral yang melekat dalam warisan budaya takbenda Indonesia. Disusun dalam konteks pendidikan karakter dan pelestarian folklor, karya ini bertujuan mengedukasi sekaligus menghidupkan kembali tradisi lisan Nusantara. <br><br><strong>English: </strong><br>The legend of Sri Tanjung is a folktale from Banyuwangi, East Java, that explores themes of loyalty, sacrifice, and truth. This tragic yet meaningful narrative explains the origin of the name Banyu Wangi "fragrant water" as a symbol of purity and eternal love. The story portrays the consequences of slander, the power of love, and moral values rooted in Indonesia’s intangible cultural heritage. Developed within the context of character education and folklore preservation, this work aims to both educate and revitalize the archipelago’s oral traditions.</p>
title Legenda Asal Mula Banyuwangi: Kesetiaan, Fitnah, dan Air Harum Kehidupan
topic Legenda Banyuwangi, Sri Tanjung, Cerita Rakyat Jawa Timur, Dongeng Indonesia, Asal Usul Nama Tempat, Tradisi Lisan, Nilai Moral, Nilai Kesetiaan, Warisan Budaya Takbenda, Pendidikan Karakter, Digitalisasi Budaya, Cerita Rakyat Nusantara, Edukasi Multikultural, Sastra Lisan, Identitas Budaya, Banyuwangi Legend, Sri Tanjung, East Javanese Folktale, Indonesian Folktales, Place Name Origins, Oral Tradition, Moral Values, Loyalty Narratives, Intangible Cultural Heritage, Character Education, Digital Folklore, Archipelagic Storytelling, Multicultural Education, Narrative Identity, Indonesian Legends
url https://doi.org/10.5281/zenodo.15713785