Reinterpretasi Konsep Pendidikan Tauhid Muhammad bin Abdul Wahhab dan Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka PAI di Indonesia
Fuente:
Zenodo
Salvato in:
| Autore principale: | |
|---|---|
| Natura: | Recurso digital |
| Lingua: | indonesiano |
| Pubblicazione: |
Zenodo
2025
|
| Soggetti: | |
| Accesso online: | |
| Tags: |
Aggiungi Tag
Nessun Tag, puoi essere il primo ad aggiungerne!!
|
| _version_ | 1866902255806971904 |
|---|---|
| author | abdbul qodir, Muchammad Idham Cholid |
| author_facet | abdbul qodir, Muchammad Idham Cholid |
| contents | <h1>Abstrak</h1> <p>Penelitian ini menganalisis pemikiran pendidikan tauhid Muhammad bin Abdul Wahhab melalui kajian terhadap Kitab al-Tauhid dan relevansinya dengan implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Wahhab menekankan pemurnian akidah melalui tiga dimensi: tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa sifat. Konsep ini memiliki titik temu dengan Kurikulum Merdeka, terutama dalam membentuk peserta didik yang beriman, kritis, dan berakhlak mulia. Akan tetapi, pendekatan Wahhab yang cenderung normatif dan eksklusif perlu direinterpretasi agar selaras dengan prinsip moderasi beragama, pluralisme, serta kebinekaan yang menjadi landasan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menegaskan perlunya integrasi adaptif nilai tauhid dalam kurikulum nasional untuk memperkuat karakter bangsa di era modern.</p> <p>Kata Kunci: Pendidikan Tauhid, Muhammad bin Abdul Wahhab, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam</p> <h1>Abstract</h1> <p>This study examines Muhammad bin Abdul Wahhab’s concept of tauhid-based education as presented in Kitab al-Tauhid and its relevance to the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) in Indonesia. The research applies a qualitative descriptive method using library research. The findings reveal that Wahhab’s thought emphasizes the purification of faith through three dimensions: tauhid rububiyyah, uluhiyyah, and asma’ wa sifat. These concepts intersect with the Merdeka Curriculum’s goal of fostering faithful, critical, and virtuous learners. However, Wahhab’s normative and exclusive approach requires reinterpretation to align with Indonesia’s pluralism and Islamic moderation. This study underscores the importance of adaptively integrating tauhid values into the national curriculum to strengthen national character in the modern era.</p> <p><span>Keywords: Tauhid Education, Muhammad bin Abdul Wahhab, Merdeka Curriculum, Islamic Religious Education</span></p> |
| format | Recurso digital |
| id | zenodo_https___doi_org_10_5281_zenodo_17188454 |
| institution | Zenodo |
| language | ind |
| publishDate | 2025 |
| publisher | Zenodo |
| record_format | zenodo |
| spellingShingle | Reinterpretasi Konsep Pendidikan Tauhid Muhammad bin Abdul Wahhab dan Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka PAI di Indonesia abdbul qodir, Muchammad Idham Cholid https://orcid.org/0009-0003-5705-8107 <h1>Abstrak</h1> <p>Penelitian ini menganalisis pemikiran pendidikan tauhid Muhammad bin Abdul Wahhab melalui kajian terhadap Kitab al-Tauhid dan relevansinya dengan implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Wahhab menekankan pemurnian akidah melalui tiga dimensi: tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa sifat. Konsep ini memiliki titik temu dengan Kurikulum Merdeka, terutama dalam membentuk peserta didik yang beriman, kritis, dan berakhlak mulia. Akan tetapi, pendekatan Wahhab yang cenderung normatif dan eksklusif perlu direinterpretasi agar selaras dengan prinsip moderasi beragama, pluralisme, serta kebinekaan yang menjadi landasan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menegaskan perlunya integrasi adaptif nilai tauhid dalam kurikulum nasional untuk memperkuat karakter bangsa di era modern.</p> <p>Kata Kunci: Pendidikan Tauhid, Muhammad bin Abdul Wahhab, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam</p> <h1>Abstract</h1> <p>This study examines Muhammad bin Abdul Wahhab’s concept of tauhid-based education as presented in Kitab al-Tauhid and its relevance to the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) in Indonesia. The research applies a qualitative descriptive method using library research. The findings reveal that Wahhab’s thought emphasizes the purification of faith through three dimensions: tauhid rububiyyah, uluhiyyah, and asma’ wa sifat. These concepts intersect with the Merdeka Curriculum’s goal of fostering faithful, critical, and virtuous learners. However, Wahhab’s normative and exclusive approach requires reinterpretation to align with Indonesia’s pluralism and Islamic moderation. This study underscores the importance of adaptively integrating tauhid values into the national curriculum to strengthen national character in the modern era.</p> <p><span>Keywords: Tauhid Education, Muhammad bin Abdul Wahhab, Merdeka Curriculum, Islamic Religious Education</span></p> |
| title | Reinterpretasi Konsep Pendidikan Tauhid Muhammad bin Abdul Wahhab dan Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka PAI di Indonesia |
| topic | https://orcid.org/0009-0003-5705-8107 |
| url | https://doi.org/10.5281/zenodo.17188454 |