Perbedaan Perbankan Konvensional Dan Perbankan Syariah
Fuente:
Zenodo
Gespeichert in:
| 1. Verfasser: | |
|---|---|
| Format: | Recurso digital |
| Veröffentlicht: |
Zenodo
2025
|
| Online-Zugang: | |
| Tags: |
Tag hinzufügen
Keine Tags, Fügen Sie den ersten Tag hinzu!
|
| _version_ | 1866901526997368832 |
|---|---|
| author | Moehammad Surya Adi Triyansyah |
| author_facet | Moehammad Surya Adi Triyansyah |
| contents | <p>Perbankan syariah memiliki peranan yang penting dalam<br>ekonomi suatu negara sebagai lembaga yang ter intermediasi<br>keuangan yang menghubungkan dana dari pihak surplus ke<br>pihak yang membutuhkan. Dalam praktiknya, sistem<br>perbankan memiliki dua jenis utama, yaitu perbankan syariah<br>dan perbankan konvensional. Keduanya memiliki tujuan yang<br>sama dalam menyediakan layanan keuangan, tetapi berbeda<br>dalam prinsip dasar, mekanisme operasional, serta aspek<br>legalitasnya. Perbankan konvensional beroperasi berdasarkan<br>prinsip bunga (interest based), sedangkan perbankan syariah<br>berlandaskan pada prinsip bagi hasil dan larangan riba sesuai<br>dengan aturan islam. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis<br>perbedaan mendasar antara perbankan konvensional dan<br>syariah dari empat aspek utama: akad dan legalitas,<br>operasionalisasi keuangan bank syariah, operasionalisasi<br>keuangan bank konvensional, serta struktur organisasi bank<br>syariah. Penelitian ini menggunakan analisis peraturan yang<br>berlaku dan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi<br>literatur. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perbankan<br>syariah memiliki landasan hukum ganda—yaitu hukum positif<br>dan hukum Islam—serta menekankan prinsip keadilan,<br>transparansi, dan keberlanjutan sosial dalam aktivitas<br>keuangannya.<br>Kata kunci: perbankan syariah, perbankan konvensional, akad,<br>legalitas, operasionalisasi, struktur organisasi.</p> |
| format | Recurso digital |
| id | zenodo_https___doi_org_10_5281_zenodo_17644737 |
| institution | Zenodo |
| language | |
| publishDate | 2025 |
| publisher | Zenodo |
| record_format | zenodo |
| spellingShingle | Perbedaan Perbankan Konvensional Dan Perbankan Syariah Moehammad Surya Adi Triyansyah <p>Perbankan syariah memiliki peranan yang penting dalam<br>ekonomi suatu negara sebagai lembaga yang ter intermediasi<br>keuangan yang menghubungkan dana dari pihak surplus ke<br>pihak yang membutuhkan. Dalam praktiknya, sistem<br>perbankan memiliki dua jenis utama, yaitu perbankan syariah<br>dan perbankan konvensional. Keduanya memiliki tujuan yang<br>sama dalam menyediakan layanan keuangan, tetapi berbeda<br>dalam prinsip dasar, mekanisme operasional, serta aspek<br>legalitasnya. Perbankan konvensional beroperasi berdasarkan<br>prinsip bunga (interest based), sedangkan perbankan syariah<br>berlandaskan pada prinsip bagi hasil dan larangan riba sesuai<br>dengan aturan islam. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis<br>perbedaan mendasar antara perbankan konvensional dan<br>syariah dari empat aspek utama: akad dan legalitas,<br>operasionalisasi keuangan bank syariah, operasionalisasi<br>keuangan bank konvensional, serta struktur organisasi bank<br>syariah. Penelitian ini menggunakan analisis peraturan yang<br>berlaku dan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi<br>literatur. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perbankan<br>syariah memiliki landasan hukum ganda—yaitu hukum positif<br>dan hukum Islam—serta menekankan prinsip keadilan,<br>transparansi, dan keberlanjutan sosial dalam aktivitas<br>keuangannya.<br>Kata kunci: perbankan syariah, perbankan konvensional, akad,<br>legalitas, operasionalisasi, struktur organisasi.</p> |
| title | Perbedaan Perbankan Konvensional Dan Perbankan Syariah |
| url | https://doi.org/10.5281/zenodo.17644737 |