Menilik Masa Depan Indonesia: Suatu Perspektif Ilmu Sosial-Budaya
Fuente:
Zenodo
Gespeichert in:
| 1. Verfasser: | |
|---|---|
| Format: | Recurso digital |
| Sprache: | Indonesisch |
| Veröffentlicht: |
Zenodo
2021
|
| Schlagworte: | |
| Online-Zugang: | |
| Tags: |
Tag hinzufügen
Keine Tags, Fügen Sie den ersten Tag hinzu!
|
| _version_ | 1866901696772308992 |
|---|---|
| author | Ekklesia, Jan Mealino |
| author_facet | Ekklesia, Jan Mealino |
| contents | <p><span>Wajah baru Indonesia ditentukan oleh kualitas pemuda. Indonesia yang digadang-gadang menjadi </span> <span>negara maju tahun 2045 memiliki berbagai masalah dan kendala. Masalah umum yang dapat </span> <span>diuraikan dalam makalah ini terbagi dalam dua garis, yaitu absis dan ordinat. Pada garis absis, </span> <span>kutub-kutub diisi oleh mentalitas nilai-budaya pemuda Indonesia. Hasilnya, mentalitas integratif- </span> <span>inovatif di kutub positif dan mentalitas disintegratif-monoton di kutub negatif. Kemudian pada </span> <span>garis ordinat, kutub-kutub diisi oleh pola kepemimpinan dalam kekuasaan. Hasilnya, pola </span> <span>kepemimpinan kuat (</span><span>strong leadership</span><span>) sebagai kutub positif dan kepemimpinan lemah (</span><span>weak </span> <span>leadership</span><span>) sebagai kutub negatif. Pertemuan dari garis-garis tersebut membentuk empat kuadran, </span> <span>yaitu Kuadran I </span><span>strong civil society </span><span>dan </span><span>synergetic system</span><span>. Kuadran II dan III </span><span>intermediet civil </span> <span>society dan able system</span><span>. Kuadran IV </span><span>deterioration civil society </span><span>dan </span><span>disengaged system</span><span>. Ke empat </span> <span>kuadran dapat menjadi wajah Indonesia di masa depan. Oleh sebab itu, kesiapan Indonesia dalam </span> <span>menghadapi perubahan ekonomi, sosial, politik, dan teknologi penting dalam pembangunan </span> <span>mentalitas nilai-budaya dan pola kepemimpinan bangsa.</span></p> |
| format | Recurso digital |
| id | zenodo_https___doi_org_10_5281_zenodo_18017008 |
| institution | Zenodo |
| language | ind |
| publishDate | 2021 |
| publisher | Zenodo |
| record_format | zenodo |
| spellingShingle | Menilik Masa Depan Indonesia: Suatu Perspektif Ilmu Sosial-Budaya Ekklesia, Jan Mealino Indonesia emas 2045 sosiologi politik mentalitas nilai-budaya pemuda kepemimpinan <p><span>Wajah baru Indonesia ditentukan oleh kualitas pemuda. Indonesia yang digadang-gadang menjadi </span> <span>negara maju tahun 2045 memiliki berbagai masalah dan kendala. Masalah umum yang dapat </span> <span>diuraikan dalam makalah ini terbagi dalam dua garis, yaitu absis dan ordinat. Pada garis absis, </span> <span>kutub-kutub diisi oleh mentalitas nilai-budaya pemuda Indonesia. Hasilnya, mentalitas integratif- </span> <span>inovatif di kutub positif dan mentalitas disintegratif-monoton di kutub negatif. Kemudian pada </span> <span>garis ordinat, kutub-kutub diisi oleh pola kepemimpinan dalam kekuasaan. Hasilnya, pola </span> <span>kepemimpinan kuat (</span><span>strong leadership</span><span>) sebagai kutub positif dan kepemimpinan lemah (</span><span>weak </span> <span>leadership</span><span>) sebagai kutub negatif. Pertemuan dari garis-garis tersebut membentuk empat kuadran, </span> <span>yaitu Kuadran I </span><span>strong civil society </span><span>dan </span><span>synergetic system</span><span>. Kuadran II dan III </span><span>intermediet civil </span> <span>society dan able system</span><span>. Kuadran IV </span><span>deterioration civil society </span><span>dan </span><span>disengaged system</span><span>. Ke empat </span> <span>kuadran dapat menjadi wajah Indonesia di masa depan. Oleh sebab itu, kesiapan Indonesia dalam </span> <span>menghadapi perubahan ekonomi, sosial, politik, dan teknologi penting dalam pembangunan </span> <span>mentalitas nilai-budaya dan pola kepemimpinan bangsa.</span></p> |
| title | Menilik Masa Depan Indonesia: Suatu Perspektif Ilmu Sosial-Budaya |
| topic | Indonesia emas 2045 sosiologi politik mentalitas nilai-budaya pemuda kepemimpinan |
| url | https://doi.org/10.5281/zenodo.18017008 |