BELAJAR UNTUK MENGABDI, MENGABDI UNTUK BELAJAR.

Fuente: Zenodo
Enregistré dans:
Détails bibliographiques
Auteurs principaux: Affrandi Jasrio, Arum Wulandari, Silvia Ilma Saputri
Format: Recurso digital
Publié: Zenodo 2026
Accès en ligne:
Tags: Ajouter un tag
Pas de tags, Soyez le premier à ajouter un tag!
_version_ 1866901800940994560
author Affrandi Jasrio
Arum Wulandari
Silvia Ilma Saputri
author_facet Affrandi Jasrio
Arum Wulandari
Silvia Ilma Saputri
contents <p>ABSTRAK<br>Penelitian ini mengkaji pengalaman pembelajaran transformasional<br>mahasiswa dalam program pengabdian kepada masyarakat, serta<br>bagaimana keterlibatan langsung dengan komunitas lokal membentuk<br>proses pendidikan yang lebih holistik. Melalui observasi partisipatif,<br>jurnal reflektif, dan wawancara mendalam, hasil penelitian<br>menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mengembangkan<br>kompetensi kognitif, tetapi juga empati sosial, pemahaman lintas<br>budaya, dan kesadaran tanggung jawab sipil. Keterlibatan di tengah<br>masyarakat menantang asumsi akademik mereka, memaksa adaptasi<br>terhadap lingkungan sosial yang beragam, dan memperdalam kapasitas<br>refleksi kritis. Pengalaman ini menjembatani kesenjangan antara teori<br>dan praktik, serta menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar<br>tindakan amal, melainkan proses pembelajaran timbal balik. Temuan<br>ini menegaskan bahwa pendidikan yang bermakna harus melampaui<br>batas ruang kelasdi mana mengabdi menjadi cara belajar, dan belajar<br>menjadi jalan untuk mengabdi.<br>Kata kunci: Pembelajaran transformasional; keterlibatan sipil;<br>pembelajaran berbasis pengabdian; pendidikan pengalaman</p>
format Recurso digital
id zenodo_https___doi_org_10_5281_zenodo_18114299
institution Zenodo
language
publishDate 2026
publisher Zenodo
record_format zenodo
spellingShingle BELAJAR UNTUK MENGABDI, MENGABDI UNTUK BELAJAR.
Affrandi Jasrio
Arum Wulandari
Silvia Ilma Saputri
<p>ABSTRAK<br>Penelitian ini mengkaji pengalaman pembelajaran transformasional<br>mahasiswa dalam program pengabdian kepada masyarakat, serta<br>bagaimana keterlibatan langsung dengan komunitas lokal membentuk<br>proses pendidikan yang lebih holistik. Melalui observasi partisipatif,<br>jurnal reflektif, dan wawancara mendalam, hasil penelitian<br>menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mengembangkan<br>kompetensi kognitif, tetapi juga empati sosial, pemahaman lintas<br>budaya, dan kesadaran tanggung jawab sipil. Keterlibatan di tengah<br>masyarakat menantang asumsi akademik mereka, memaksa adaptasi<br>terhadap lingkungan sosial yang beragam, dan memperdalam kapasitas<br>refleksi kritis. Pengalaman ini menjembatani kesenjangan antara teori<br>dan praktik, serta menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar<br>tindakan amal, melainkan proses pembelajaran timbal balik. Temuan<br>ini menegaskan bahwa pendidikan yang bermakna harus melampaui<br>batas ruang kelasdi mana mengabdi menjadi cara belajar, dan belajar<br>menjadi jalan untuk mengabdi.<br>Kata kunci: Pembelajaran transformasional; keterlibatan sipil;<br>pembelajaran berbasis pengabdian; pendidikan pengalaman</p>
title BELAJAR UNTUK MENGABDI, MENGABDI UNTUK BELAJAR.
url https://doi.org/10.5281/zenodo.18114299