FILSAFAT AKHLAK RONGGO WARSITO DALAM SERAT WEDHATAMA: KONSEP TAQWA DAN BUDI PEKERTI SEBAGAI ETIKA NUSANTARA DI ERA DIGITAL

Fuente: Zenodo
Guardado en:
Detalles Bibliográficos
Autores principales: Putri Wahyu Ningsih, Irwandra Salayan
Formato: Recurso digital
Publicado: Zenodo 2026
Acceso en línea:
Etiquetas: Agregar Etiqueta
Sin Etiquetas, Sea el primero en etiquetar este registro!
_version_ 1866901358385299456
author Putri Wahyu Ningsih
Irwandra Salayan
author_facet Putri Wahyu Ningsih
Irwandra Salayan
contents <p>ABSTRAK<br>Penelitian ini mengkaji filsafat akhlak Ki Ronggo Warsito yang<br>termuat dalam Serat Wedhatama, dengan fokus pada konsep takwa<br>dan budi pekerti sebagai landasan etika Nusantara yang relevan di<br>era digital. Serat Wedhatama, meskipun secara formal digubah<br>oleh K.G.P.A.A. Mangkunegara IV, secara luas dikaitkan dengan<br>pemikiran etis Jawa yang di dalamnya terdapat pengaruh dari<br>Ronggo Warsito, seorang pujangga ternama abad ke-19 yang<br>dikenal melalui karya-karya filosofisnya seperti Serat Sabdo Jati.<br>Kitab ini memuat ajaran luhur tentang moral dan filosofi yang<br>menjadi pedoman hidup, menekankan kesempurnaan dan<br>hubungan manusia dengan Tuhan, serta pentingnya kehidupan<br>sejati. Urgensi penelitian ini terletak pada kesenjangan antara<br>pesatnya perkembangan teknologi digital dengan kemerosotan<br>nilai-nilai etika, yang termanifestasi dalam fenomena<br>misinformasi, cyberbullying, dan cancel culture yang masif di<br>ruang siber. Fenomena ini membutuhkan solusi etis yang berakar<br>pada kearifan lokal. Melalui metode studi pustaka kualitatif,<br>penelitian ini menganalisis bagaimana konsep takwa<br>diinterpretasikan dalam konteks spiritual Jawa, melampaui<br>dimensi ritualistik menuju pemahaman esensial tentang hubungan<br>hamba dengan pencipta, serta internalisasi budi pekerti luhur yang<br>meliputi tanggung jawab, kesadaran, dan kerendahan hati.<br>Relevansi etika Nusantara ini kemudian dihubungkan dengan<br>tantangan moral di era digital, seperti misinformasi, cyberbullying,<br>dan cancel culture, di mana nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi<br>penyeimbang terhadap dampak negatif teknologi. Hasil penelitian<br>ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan<br>pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan memperkaya<br>diskursus etika digital di Indonesia, khususnya bagi generasi muda.<br>Kata Kunci: Filsafat Akhlak, Ronggo Warsito, Serat Wedhatama,<br>Taqwa, Budi Pekerti, Etika Nusantara, Era Digital</p>
format Recurso digital
id zenodo_https___doi_org_10_5281_zenodo_18164500
institution Zenodo
language
publishDate 2026
publisher Zenodo
record_format zenodo
spellingShingle FILSAFAT AKHLAK RONGGO WARSITO DALAM SERAT WEDHATAMA: KONSEP TAQWA DAN BUDI PEKERTI SEBAGAI ETIKA NUSANTARA DI ERA DIGITAL
Putri Wahyu Ningsih
Irwandra Salayan
<p>ABSTRAK<br>Penelitian ini mengkaji filsafat akhlak Ki Ronggo Warsito yang<br>termuat dalam Serat Wedhatama, dengan fokus pada konsep takwa<br>dan budi pekerti sebagai landasan etika Nusantara yang relevan di<br>era digital. Serat Wedhatama, meskipun secara formal digubah<br>oleh K.G.P.A.A. Mangkunegara IV, secara luas dikaitkan dengan<br>pemikiran etis Jawa yang di dalamnya terdapat pengaruh dari<br>Ronggo Warsito, seorang pujangga ternama abad ke-19 yang<br>dikenal melalui karya-karya filosofisnya seperti Serat Sabdo Jati.<br>Kitab ini memuat ajaran luhur tentang moral dan filosofi yang<br>menjadi pedoman hidup, menekankan kesempurnaan dan<br>hubungan manusia dengan Tuhan, serta pentingnya kehidupan<br>sejati. Urgensi penelitian ini terletak pada kesenjangan antara<br>pesatnya perkembangan teknologi digital dengan kemerosotan<br>nilai-nilai etika, yang termanifestasi dalam fenomena<br>misinformasi, cyberbullying, dan cancel culture yang masif di<br>ruang siber. Fenomena ini membutuhkan solusi etis yang berakar<br>pada kearifan lokal. Melalui metode studi pustaka kualitatif,<br>penelitian ini menganalisis bagaimana konsep takwa<br>diinterpretasikan dalam konteks spiritual Jawa, melampaui<br>dimensi ritualistik menuju pemahaman esensial tentang hubungan<br>hamba dengan pencipta, serta internalisasi budi pekerti luhur yang<br>meliputi tanggung jawab, kesadaran, dan kerendahan hati.<br>Relevansi etika Nusantara ini kemudian dihubungkan dengan<br>tantangan moral di era digital, seperti misinformasi, cyberbullying,<br>dan cancel culture, di mana nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi<br>penyeimbang terhadap dampak negatif teknologi. Hasil penelitian<br>ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan<br>pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan memperkaya<br>diskursus etika digital di Indonesia, khususnya bagi generasi muda.<br>Kata Kunci: Filsafat Akhlak, Ronggo Warsito, Serat Wedhatama,<br>Taqwa, Budi Pekerti, Etika Nusantara, Era Digital</p>
title FILSAFAT AKHLAK RONGGO WARSITO DALAM SERAT WEDHATAMA: KONSEP TAQWA DAN BUDI PEKERTI SEBAGAI ETIKA NUSANTARA DI ERA DIGITAL
url https://doi.org/10.5281/zenodo.18164500