Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Trisfant, Johannis
Format: Recurso digital
Language:
Published: Zenodo 2026
Subjects:
Online Access:https://doi.org/10.5281/zenodo.19199758
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1866901496110514176
author Trisfant, Johannis
author_facet Trisfant, Johannis
contents <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><span>Makalah ini meneliti bagaimana para teolog Puritan menafsirkan mahkota duri yang dikenakan pada Yesus Kristus selama sengsara-Nya, dengan berargumen bahwa mereka mengembangkan suatu pembacaan teologis yang sangat koheren yang diorganisir di seputar logika penanggung kutuk berdasarkan perjanjian (covenant). Dengan menggunakan teks-teks primer dari John Flavel, Thomas Watson, Thomas Brooks, Charles Herle, Isaac Ambrose, Samuel Rutherford, Matthew Henry, John Gill, Matthew Poole, dan John Trapp, makalah ini menunjukkan bahwa kaum Puritan memahami mahkota duri secara simultan sebagai lambang penebusan substitusioner (yang menghubungkan Kejadian 3:17–18 dengan Galatia 3:13), ekspresi kerajaan yang ironis, simbol pentahbisan imamat, dan lokus meditasi devosional atas penderitaan Kristus. Makalah ini menempatkan penafsiran-penafsiran tersebut dalam kerangka pengakuan iman Reformed yang lebih luas dari Standar Westminster dan tafsiran-tafsiran Calvin, serta mensurvei kondisi terkini dari kepustakaan akademis mengenai Kristologi dan soteriologi Puritan.</span></p>
format Recurso digital
id zenodo_https___doi_org_10_5281_zenodo_19199758
institution Zenodo
language
publishDate 2026
publisher Zenodo
record_format zenodo
spellingShingle Teologi Puritan tentang Mahkota Duri Kristus
Trisfant, Johannis
mahkota duri
teologi Puritan
substitusi penal
teologi perjanjian
Kejadian 3:17–18
kerendahan Kristus
meditasi Sengsara
John Flavel
Matthew Henry
Standar Westminster
<p> </p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><span>Makalah ini meneliti bagaimana para teolog Puritan menafsirkan mahkota duri yang dikenakan pada Yesus Kristus selama sengsara-Nya, dengan berargumen bahwa mereka mengembangkan suatu pembacaan teologis yang sangat koheren yang diorganisir di seputar logika penanggung kutuk berdasarkan perjanjian (covenant). Dengan menggunakan teks-teks primer dari John Flavel, Thomas Watson, Thomas Brooks, Charles Herle, Isaac Ambrose, Samuel Rutherford, Matthew Henry, John Gill, Matthew Poole, dan John Trapp, makalah ini menunjukkan bahwa kaum Puritan memahami mahkota duri secara simultan sebagai lambang penebusan substitusioner (yang menghubungkan Kejadian 3:17–18 dengan Galatia 3:13), ekspresi kerajaan yang ironis, simbol pentahbisan imamat, dan lokus meditasi devosional atas penderitaan Kristus. Makalah ini menempatkan penafsiran-penafsiran tersebut dalam kerangka pengakuan iman Reformed yang lebih luas dari Standar Westminster dan tafsiran-tafsiran Calvin, serta mensurvei kondisi terkini dari kepustakaan akademis mengenai Kristologi dan soteriologi Puritan.</span></p>
title Teologi Puritan tentang Mahkota Duri Kristus
topic mahkota duri
teologi Puritan
substitusi penal
teologi perjanjian
Kejadian 3:17–18
kerendahan Kristus
meditasi Sengsara
John Flavel
Matthew Henry
Standar Westminster
url https://doi.org/10.5281/zenodo.19199758