MERAJUT MAKNA DI RUANG BELAJAR: KOMUNIKASI PENDIDIKAN SEBAGAI PRAKSIS DIALOGIS PADA LANSKAP PEMBELAJARAN DIGITAL
Fuente:
Zenodo
Gespeichert in:
| Hauptverfasser: | , , , , , , , , , , |
|---|---|
| Format: | Recurso digital |
| Veröffentlicht: |
Zenodo
2026
|
| Online-Zugang: | |
| Tags: |
Tag hinzufügen
Keine Tags, Fügen Sie den ersten Tag hinzu!
|
| _version_ | 1866901910249799680 |
|---|---|
| author | Kevin Rafa Yudia Prasetya Ori Anjani Zahwa Rizka Nurrahim Muhammad Fhadil Emi Editasari Lumban Toruan Nesya Anindita Zahra Dapot Parulian Rajagukguk Athiyyah Jessie Fabiola Tanawa Ere Mardella Arbiani Nayla Mecca Nabila |
| author_facet | Kevin Rafa Yudia Prasetya Ori Anjani Zahwa Rizka Nurrahim Muhammad Fhadil Emi Editasari Lumban Toruan Nesya Anindita Zahra Dapot Parulian Rajagukguk Athiyyah Jessie Fabiola Tanawa Ere Mardella Arbiani Nayla Mecca Nabila |
| contents | <div class="article-summary"> <div class="article-abstract"> <p>Setiap peristiwa pembelajaran pada dasarnya merupakan peristiwa berkomunikasi; tanpa interaksi pertukaran makna, kegiatan mendidik kehilangan ruhnya. Tulisan konseptual ini berupaya membaca ulang komunikasi pendidikan bukan sekadar sebagai keterampilan menyampaikan materi, melainkan sebagai praksis dialogis yang menempatkan pengajar dan pembelajar dalam relasi setara. Pembahasan dibangun melalui telaah pustaka terhadap teori komunikasi klasik dan kontemporer, perspektif belajar sosial-konstruktivistik, serta sejumlah literatur tentang pedagogi digital yang terbit antara 2018 hingga 2024. Empat fokus dibahas, yaitu hakikat dan cakupan komunikasi pendidikan, peta teoretis dari model linear Lasswell hingga pendekatan transaksional Barnlund dan pedagogi pembebasan Freire, pelbagai hambatan komunikasi yang membayangi ruang belajar, serta perubahan lanskap komunikasi pendidikan di era digital. Kajian menemukan bahwa praktik mendidik yang bermutu menuntut peralihan cara pandang, dari sekadar memindahkan informasi menuju kerja bersama membangun makna, dengan umpan balik konstruktif, scaffolding bertahap, serta kepekaan empatik sebagai porosnya. Sebagai sumbangan teoretis, artikel ini menawarkan kerangka berpikir komunikasi pendidikan dialogis-humanis yang ditopang oleh empat tiang: kemampuan berdialog, scaffolding yang terukur, empati pedagogis, dan literasi digital yang beretika.</p> </div> </div> |
| format | Recurso digital |
| id | zenodo_https___doi_org_10_5281_zenodo_20307139 |
| institution | Zenodo |
| language | |
| publishDate | 2026 |
| publisher | Zenodo |
| record_format | zenodo |
| spellingShingle | MERAJUT MAKNA DI RUANG BELAJAR: KOMUNIKASI PENDIDIKAN SEBAGAI PRAKSIS DIALOGIS PADA LANSKAP PEMBELAJARAN DIGITAL Kevin Rafa Yudia Prasetya Ori Anjani Zahwa Rizka Nurrahim Muhammad Fhadil Emi Editasari Lumban Toruan Nesya Anindita Zahra Dapot Parulian Rajagukguk Athiyyah Jessie Fabiola Tanawa Ere Mardella Arbiani Nayla Mecca Nabila <div class="article-summary"> <div class="article-abstract"> <p>Setiap peristiwa pembelajaran pada dasarnya merupakan peristiwa berkomunikasi; tanpa interaksi pertukaran makna, kegiatan mendidik kehilangan ruhnya. Tulisan konseptual ini berupaya membaca ulang komunikasi pendidikan bukan sekadar sebagai keterampilan menyampaikan materi, melainkan sebagai praksis dialogis yang menempatkan pengajar dan pembelajar dalam relasi setara. Pembahasan dibangun melalui telaah pustaka terhadap teori komunikasi klasik dan kontemporer, perspektif belajar sosial-konstruktivistik, serta sejumlah literatur tentang pedagogi digital yang terbit antara 2018 hingga 2024. Empat fokus dibahas, yaitu hakikat dan cakupan komunikasi pendidikan, peta teoretis dari model linear Lasswell hingga pendekatan transaksional Barnlund dan pedagogi pembebasan Freire, pelbagai hambatan komunikasi yang membayangi ruang belajar, serta perubahan lanskap komunikasi pendidikan di era digital. Kajian menemukan bahwa praktik mendidik yang bermutu menuntut peralihan cara pandang, dari sekadar memindahkan informasi menuju kerja bersama membangun makna, dengan umpan balik konstruktif, scaffolding bertahap, serta kepekaan empatik sebagai porosnya. Sebagai sumbangan teoretis, artikel ini menawarkan kerangka berpikir komunikasi pendidikan dialogis-humanis yang ditopang oleh empat tiang: kemampuan berdialog, scaffolding yang terukur, empati pedagogis, dan literasi digital yang beretika.</p> </div> </div> |
| title | MERAJUT MAKNA DI RUANG BELAJAR: KOMUNIKASI PENDIDIKAN SEBAGAI PRAKSIS DIALOGIS PADA LANSKAP PEMBELAJARAN DIGITAL |
| url | https://doi.org/10.5281/zenodo.20307139 |